Kenjeran Park Surabaya yang Alamak

Akhirnya! #selfcitytour terlaksana juga…

Berbekal list perjalanan, pada suatu pagi Minggu nganggur yang didera rasa lapar tak terduakan, aku dan Dimas menghampiri Soto Ayam Lamongan Cak Har di jalan raya MERR. Niatnya sih, sambil ­nyoto-nyoto­ (gantinya ngopi-ngopi), kita replanning list perjalanan yang jadi topik kita kapan hari itu. Oya, sekaligus info kalau Soto Ayam Cak Har ini adalah tempat yang rekomen buat makan soto lamongan terenak se-Surabaya! 😀

Nggak pengen perjalanan makin nggak jelas kayak dua pelakunya, Dimas dengan cermat ngamatin satu-satu list di notesku. Dasar mental editor. Nggak cuman diliatin, dia juga nyoretin dan nambahin segala rupa disana. Bahkan dia bikin zonasi destinasi. Lokasi perjalanan dikelompokkan berdasar area timur, barat, dst…

Karena list yang kubanggakan musnah sudah, aku mengeluarkan amunisi selanjutnya. Kamera! Maunya nyobain pemanasan moto-moto. Tapi kayak orang diingetin, Dimas detik itu juga langsung ngajakin keliling. “Udah bawa kamera, kan? Yasudah ayok hajar ae,” kata Dimas. Buset, nggembel gini?

FYI, kami berdua belom mandi sepagian. Dimas pake celana pendek dan jumper, sementara aku oblongan. Dua-duanya sandalan jepit. Bener-bener nggak persiapan dan nggak tahu tujuan.

Dari zonasi yang dibuat Dimas, Kenjeran lah yang paling deket sama lokasi kita waktu itu. Sekitar 15 menit kemudian, kita pun sudah berada di lokasi Kenjeran Park alias KenPark.

Demi Tuhaaann, dalemnya ancur dan gersang abis. Jauh dari kemegahan tampak luarnya. Sebuah tribun yang kami lewatin nampak jebol dan karatan disana-sini. Aku juga baru tau kalau disana ada arena drag race dan pacuan kuda. Bahkan ada (semacam) hotel segala! Sayang banget, rata-rata bangunan disini nggak terawat baik.

The Malfunction Hall, saking nggak terawatnya
The Malfunction Hall, saking nggak terawatnya

Di salah satu bagian Kenjeran Park yang tepat menghadap ke laut, terdapat kompleks ibadah bernama Sanggar Agung. Namun meskipun berstatus tempat ibadah, klenteng bernama lain Hong San Tang ini boleh dikunjungi umum.

Berarsitektur khas Chinatown dan sedikit sentuhan Bali, klenteng ini sangat open menyambut kami. Ramai suara burung air dari hutan mangrove di sisi klenteng bikin suasana pagi itu lebih seru.

Bagian dalam Sanggar Agung
Bagian dalam Sanggar Agung

Bagian yang paling menarik dari klenteng ini adalah patung The Four Face Buddha. Yang membuat pengunjung seolah sedang berada di China atau di Thailand. Dan nggak cuman itu, ada pula patung Dewi Kwan Im di belakang klenteng, persis menghadap laut.

IMG_9113
The Four Face Buddha
IMG_9129
Patung Dewi Kwan Im di belakang klenteng
IMG_9132
Suasana klenteng yang membuat pengunjung seakan berada di Cina
IMG_9138
Burung bondol. Sengaja dijual di depan klenteng sebagai bagian dari kelengkapan ibadah
IMG_9136
Salah seorang pengunjung tengah beribadah

Puas menikmati suasana tenang dan China-like tersebut, kita pindah jalur ke bangunan Sky Hall. Bangunan bundar ini masih berarsitektur khas Pecinan juga. Katanya, kalau bulan purnama di bulan tertentu, disini suka diadakan Festival Bulan Purnama gitu. Sayang, pas kita kesana yang ada malah orang pacaran. Dan jumlahnya buanyaaakkk banget di sekeliling bangunan. Whaduh!

Sky Hall yang indah tapi tak terawat
Sky Hall yang indah tapi tak terawat

Oya, di Kenjeran Park ini bukan cuman pemandangan pantai (yang nggak kece-kece banget itu) dan suasana Chinatown tadi loh. Ada sebuah arena bermain disini yang juga kawasan relokasi dari pusat jajanan terkenal di Surabaya, Kya-Kya.

Arena ini full color banget. Ramai juga sama mainan anak-anak dan kunjungan keluarga. Dan masiihhh… penuh sama orang pacaran! Yah, sudah lah ya. Oya, lagi-lagi kondisi disini sama nggak terawatnya sama arena lain di Kenjeran Park. Sayang banget….

Relokasi Kya-kya dari sekitar Jembatan Merah. Kawasan ini terlalu sepi
Relokasi Kya-kya dari sekitar Jembatan Merah. Kawasan ini terlalu sepi

Hari semakin siang, kondisi KenPark yang di pesisir makin nggak bersahabat di atas kepala. Kita pun beralih jalur menuju kota. Cerita selanjutnya ada disini!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *