Spooky Museum Mandala Wangsit

Siang itu kita lagi muter-muter nyari jalan Braga sama jalan Asia Afrika. Niatnya sih mau foto-fotoin bangunan legend yang ada di situ, sekalian main ke Gedung Merdeka tempat dihelatnya Konferensi Asia Afrika. Tau kan? Kalo ngga tau kebangetan, Sejarahmu pasti sering dapet remidi dulu.

Tapi ngga tau kenapa, di tengah perjalanan muter-muter, kita berhenti di sebuah museum. Mandala Wangsit namanya. Seingetku, kita berhenti gara-gara Hening ngeliat plang yang nunjukin kalo ada museum di gedung itu. Lhah aku (Dimas) sendiri malah nggak tau, tau pun aku juga ngga yakin kalo itu museum. Menurutku, bentuknya lebih mirip Kodim/Kodam/Korem dan sejenisnya, apalagi ada anggota AD yang mondar-mandir di situ.

IMG_9730
Museum tak sengaja nemu

Setelah markirin motor, kita mulai foto-foto areal depan museum. Tiba-tiba kami disamperin sama salah satu anggota AD. “Mau kemana mas? Kalo museum masuknya lewat samping.” Kita pun nurut, jalan ke semacam koridor kecil di samping gedung. Dan di sana kita disambut oleh Pak Apang Mustofa. Seingetku. Hehehe!

Setelah dijelasin beberapa peraturan, seperti nggak boleh bawa tas atau jaket, kita diajak beliau buat masuk museum. Tapi sebelumnya kita harus bayar sumbangan seikhlasnya buat perawatan museum. Katanya.. :p

Begitu masuk ke lokasi museum, hawanya mulai nggak enak. Rada-rada spooky. Mungkin gara-gara tempatnya yang agak gelap dan pengap. Atau mungkin gara-gara barang-barang yang disimpan di sana. Wallahu alam..

Tapi kalo dipikir-pikir, wajar aja kalo spooky. Kata Pak Apang, museum yang terletak di Jalan Lembong no.38 Bandung ini dulunya dibangun buat tempat tinggal perwira Belanda. Umur bangunannya udah lebih dari seabad lho!

IMG_9726

Tapi sekitar tahun 1949-1950, gedung ini diambil alih sama tentara Siliwangi dan dipake sebagai markas mereka. Namanya juga markas militer, jelas jadi sasaran musuh dong. Pada 23 Januari 1950 mereka diserang pasukan Sekutu dibawah pimpinan Raymond Westerling. Kebayang nggak berapa tentara yang gugur di tempat ini? Ngeri..

IMG_9723
Kabarnya, di halaman ini pernah terjadi baku tembak dengan penjajah
IMG_9729
Halaman Mandala Wangsit

Yang bikin lebih serem lagi adalah, di sini tersimpan berbagai benda/senjata yang digunakan buat melawan penjajah. Kalo musuh pake peluru, pejuang kita pake benda/senjata biasa yang udah ‘diisi’. Misalnya jubah yang kalo dipakai bikin kita nggak keliatan, cambuk yang konon bisa¬†ngeluarin api, berbagai keris, tombak, dan sebagainya.

IMG_9713

Waktu itu Hening yang dengan seksama ngedengerin penjelasannya Pak Apang, aku sendiri asyik foto-fotoin benda bersejarah yang ada di sana. Mulai dari senjata, sampai seragam dan jubah-jubah.

Tapi diantara foto yang aku ambil, ada sesuatu yang ganjil..

Oiya di lantai satu ini juga banyak foto-foto peninggalan sejarah serta lukisan-lukisan yang menjelaskan suasana ketika perang kemerdekaan. Setelah puas di lantai satu, kita lanjut ke lantai dua.

Waktu naik tangga ini, aku udah ngerasa ga enak banget. Ngga tau kenapa. Dan begitu nyampe lantai dua, aku noleh ke kanan. Di sana ada kumpulan bendera panji-panji tentara Siliwangi. Bendera ini ditaruh di samping, sedangkan di tengah ruangan dibiarkan kosong. Aku ngerasa di tengah ruangan itu ada sesuatu. Entah apa. Aku cuma bisa merinding..

Selain berisi bendera, di ruangan lain di lantai dua ini juga ada banyak foto-foto perjuangan para pasukan. Lucunya, ada semacam police line yang melarang kita untuk mendekat lebih jauh. Kata Pak Apang, plafonnya abis runtuh. Kasian banget nasib museum ini, ngga begitu terawat..

IMG_9712
Bendera yang pernah dipakai di jaman perang
IMG_9710
Meja bekas perundingan apa hayoo…
IMG_9715
Memorabilia lain di museum

Di ruangan yang lain ada jejeran foto para panglima pasukan Siliwangi. Dipigora dengan rapih satu persatu, dengan foto pose KTP. Di tengah-tengah ruangan tersebut ada harimau yang diawetkan. Tapi menurutku, harimau ini biasa aja. Sama sekali ngga ada bayangan kalo malem harimau ini jadi hidup dan makan orang. Aku justru lebih penasaran, sekaligus merinding, sama ruang bendera tadi..

Kita pun turun kembali ke lantai satu dan mengakhiri perjalanan di Museum Mandala Wangsit. Lalu kita melanjutkan perjalanan ke KAA.

Yang aneh adalah, beberapa saat setelah kita mengunjungi Mandala Wangsit, Hening merasa tasnya lebih berat daripada sebelumnya. Padahal benda paling berat yang dia bawa adalah DSLR punya dia..

Dari KAA, kita ke PVJ. Selama perjalanan dari KAA dan PVJ, Hening terus bilang kalo tasnya jadi lebih berat. Aku cuma bisa bantuin dia dengan ngegantungin DSLR-nya di leherku. Tapi diam-diam aku penasaran sama foto-foto yang aku ambil di Mandala Wangsit tadi..

Pas berhenti buat makan di PVJ, iseng-iseng aku amati fotonya satu persatu. Sampai akhirnya pandanganku tertuju pada salah satu foto senjata milik pimpinan pemberontakan DI/TII, Kartosuwiryo.

Senjata itu berupa dua buah golok. Kata Pak Apang, golok ini ada jin-nya. Orang biasa ngga bakal bisa nyabut golok ini dari sarungnya. Selain itu, dua golok ini jika disatukan, pemegangnya bisa hilang alias tembus pandang. Wow! Waktu itu aku foto aja tuh golok.

Setelah aku amati, ternyata di masing-masing golok ada bentuk wajah, tapi cuma separuh. Tampak jelas ada matanya, hidungnya, dan mulutnya. Aku merinding. Mungkin ini yang bikin tas Hening terasa lebih berat..

Aku sempet mikir, apa itu cuma debu yang nempel di kacanya? Tapi setelah aku liat-liat lagi, nggak mungkin debu bisa nempel dengan pola muka sejelas itu. Aku tunjukin foto itu ke Dwi sama Mili yang waktu itu nemenin kita makan. Dan mereka berdua sependapat juga sama aku, kalo disitu emang ada sosok muka separuh yang muncul.. Ngeri..

Hening? Dia jadi parno banget. Dia ngotot ngga mau liat fotonya, dia malah minta foto itu dihapus dari kameranya. Dengan berat hati aku ngehapus foto yang mengandung penampakan itu. Sayang banget, jadi ngga bisa aplot barang buktinya di blog ini.. :p

Tapi setelah foto itu kuhapus, sepulang dari PVJ dan kembali ke penginapan, Hening ngga ngeluh lagi kayak tadi. Dia tenang aja, kayaknya beban di tasnya udah berkurang. Hmmm.. Jangan-jangan..

IMG_9721
Mobil ambulan yang dipakai mengangkut tentara terluka

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *