TuaN Baluran

Dear Hening Swastikaningrum,

Tlah kutinggalkan sebagian hatiku disana,

di tempat yang kamu anggap rumah kedua.

Africa van Java,

atau versiku, Africa van Cinta. Hehehe..

Kenapa? Karena..

..aku jatuh cinta pada hamparan savana sejauh mata memandang, dan Gunung Baluran yang menjulang di belakang.

..aku jatuh cinta pada kicauan burung yang seolah menyambutku dengan riang, juga pada merak dan kawanan rusa yang sesekali datang.

img_2296

..aku jatuh cinta pada Pantai Bama dan gugusan karang, pada sunrise di sana yang begitu tenang.

 

Dan jatuh cinta berkali-kali seperti ini, membuat hatiku tergali.

TuaN Baluran menggali dan berhasil menemukanmu yang bersembunyi di lubuk hati. Membawamu keluar, dan kau pun bernyanyi.

 

Hingga..

..aku bisa melihatmu, bahkan ekspresi gembiramu. Senyum dan gelak tawa yang selalu membuatku rindu itu terpampang jelas di depan mataku.

..aku bisa merasakan kehadiranmu. Di antara jejak-jejak langkahku terasa sekali hangat pelukanmu. Suaramu pun terdengar berbisik bersama semilir angin..
“Aa’.. Aa’.. Ba’! Ba’! Aum aum aum? Hihihi!”

 

Pasti kamu bergelayut manja sambol merangkulku dari belakang selama aku di sana ya? Ya kaan? Ngaku deh! 🙂

Ah, betapa puluhan kilometer ini tiada artinya. Di Baluran, kamu terasa begitu dekat, begitu nyata, lebih dari biasanya.

Namun sayang, semua itu menghasilkan rindu yg begitu dahsyat sesampainya aku di Surabaya. Rindu yang juga lebih dari biasanya.

Semoga rindu yang kubawa dari sana, bisa membawa aku dan kamu kembali ke sana.

Berdua. Di Africa van Java.

 

With love,
Dimas Aryana Firmansyah

img_2281

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *