Melabuhkan Waktu di Sunda Kelapa

Siapa yang nggak familiar sama nama Sunda Kelapa? Nama yang banyak disebut dan diingat di pelajaran Sejarah sebagai cikal bakal Kota Jakarta ini memang selalu punya magnet buat dikunjungi. Termasuk buat aku.

Jadi ceritanya waktu itu ada tawaran dari kakak sepupu buat ikutan jalan-jalan ke Sunda Kelapa. Timingnya pas banget sama kedatangan Dimas ke Jakarta. Terhitung kesempatan langka, aku langsung setuju sama ajakan itu. Selain jalan-jalan, niatnya kita memang mau hunting foto sunset. Hihihi, sok fotografer gitu ceritanya. Menjelang hari H-nya, aku tambah semangat buat segera kesana.

Memotret senja

 

Dalam perjalanan kemaren, aku inget kalau dulu  pernah posting cerita soal Kota Tua Jakarta di blog ini. Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi salah satu paket wisata yang ditawarkan kalo kita meminta diantar guide naik sepeda keliling area Kota Tua. Di pelabuhan yang berlokasi di ujung timur pesisir Jakarta ini, kita seolah ditarik kembali melabuhkan waktu ke jaman VOC dan Fatahillah.

Salah satu kapal yang bersandar di pelabuhan Sunda Kelapa
Salah satu kapal yang bersandar di pelabuhan Sunda Kelapa

 

Truk pengangkut muatan sebelum dimasukkan ke dalam kapal
Truk pengangkut muatan sebelum dimasukkan ke dalam kapal

 

Tumpukan tiang besi di pelabuhan
Tumpukan tiang besi di pelabuhan

Sebelum Tanjung Priok ada, Sunda Kelapa adalah pelabuhan yang terkenal dan berperan penting dalam perkembangan ekonomi negara. Dulu, pelabuhan ini menjadi pelabuhan utama kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran di abad ke-13. Setelah jatuh ke tangan Fatahillah, Sunda Kelapa menjadi semakin melambung namanya. Ia pun lebih dikenal dengan panggilan Jayakarta (baca: Kota Kemenangan).

Suasana bongkar muat di pelabuhan
Suasana bongkar muat di pelabuhan

 

Sunda Kelapa nggak berhenti di tangan Fatahillah aja. Dia juga sempet jatuh dalam genggaman Belanda dan berubah nama lagi jadi Batavia. Perannya pun lebih berkembang, yaitu sebagai pelabuhan pengangkut rempah terpenting dunia.

Seiring waktu berjalan, Sunda Kelapa pun mulai kehilangan pamor. Terutama sejak dibukanya Terusan Suez yang membuat jalur pelayaran dan perdagangan berubah. Nggak cuman itu, perekmbangan jaman yang pesat juga membuat Sunda Kelapa yang nggak bisa hilang kesan kunonya semakin ditinggalkan.

Menjelang senja
Menjelang senja di Sunda Kelapa

 

Kini, mesipun masih berfungsi, peran Sunda Kelapa jadi jauh menciut. Ia hanya melayani pengangkutan komoditas barang tertentu seperti semen.

Senang kembali mampu menyambangi Sunda Kelapa. Rasanya seperti balik ke 800 tahun lalu dan berdesakan dengan lalu lalang pedagang rempah. Kini Sunda Kelapa makin sepi, tapi bukan berarti nggak ada yang peduli, kan? 🙂

img_5597
Salah satu yang peduli dengan peran penting Sunda Kelapa :)))

nb: sore itu kami nggak jadi hunting sunset. hujan keburu datang memaksa kami segera pulang. hehehehe~

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *