Palang Pintu dan Palang Kemang

Ulang tahun Jakarta yang jatuh 23 Juni kemarin memang menyulap Jakarta jadi super seru selama sebulan penuh. Banyak acara dihelat sampai nutup-nutupin jalan. Nggak ketinggalan diskon-diskon berceceran di setiap toko, nutup-nutupin mata. #eh #salahfokus :p

Eniwei, apa sih yang kita inget sama ulang tahun Jakarta? PRJ? Ah, too ordinary banget ingatanmu. Kalau Festival Palang Pintu? Udah pada tau belom? Sayang banget kalo belum tau. Festival ini juga jadi salah satu event wajib hadir loh di ulang tahun Jakarta.

Abang None
Abang None- Abang None-an

 

Diambil dari nama adat masyarakat Betawi saat menghelat perkawinan, Palang Pintu memiliki arti yang cukup dalam juga rupanya.

Jadi, waktu menikahkan anaknya, masyarakat Betawi memiliki kebiasaan “Palang Pintu” untuk si calon mantu lelaki. Tujuannya untuk menguji apakah si calon mantu sudah mantap buat jadi imam anak perempuannya. Diawali arak-arakan pengantin pria beserta seserahan dan musik-musik, kemudian dilanjutkan berbalas pantun, saling mendoakan, sampai adu silat dan baca Qur’an. Dari “Palang Pintu” itu bakal kelihatan kemampuan calon pengantin pria dalam mengaji dan adu tangkas silat. Istilahnya kan, masak lu mau bawa anak gue, lu kagak bisa ngaji sama ngelindungin anak gue? Hehehehe.

Adegan “Palang Pintu” itupun akhirya jadi prosesi yang sakral dalam pernikahan ala Betawi. Roti Buaya yang dibawa melambangkan kesetiaan (iya, buaya cuma nikah sekali seumur hidup). Itu juga kenapa maskot festival ini juga Buaya.  Terus lambang kesiapan si pengantin pria sebagai calon imam, sampai perlambang kesiapan materi untuk menjamin kecukupan hidup si pengantin perempuan. Keren deh, pokoknya

Event yang saban tahun diselenggarakan ini memang senagaja dihelat di Kemang. Alasannya simpel, karena Kemang jadi pusat keramaian masyarakat kita juga kaum foreigner dari berbagai negara di dunia. Nggak aneh kan jadinya, kalau banyak bule yang seliweran disini.

Kerumunan massa
Kerumunan massa

 

Soal isi acaranya, nggak usah khawatir bakal bosen. Nggak melulu soal budaya Betawi aja kok, budaya lain seperti Barongsai sampai Reog juga ada. Plus sederetan bazar dan jualan makanan khas Betawi lengkap jejer-jejer di tepi Kemang.

Dagang apa ini hayooo
Dagang apa ini hayooo

 

Ada delman!
Ada delman!

 

Festival yang digagas forum masyarakat setempat ini memang sayang buat dilewatkan. Kapan lagi bisa jalan kaki di tengah hari, di tengah jalanan Kemang yang biasanya padat? 🙂

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *