Onrust-Kelor-Cipir: Saksi Sejarah di Tembok Terluar Batavia (2-end)

Melanjutkan cerita kami loncat-loncatan antar pulau di secuil Kepulauan 1000…

Setelah asik foto-foto di Kelor, kami harus lanjut ke dua pulau lain, yaitu Onrust dan Cipir. Perjalanannya nggak lama, sekitar 15 menitan dari Kelor ke pulau kedua, Onrust. Selain waktu yang lebih singkat, hal yang membuat saya senang adalah ombaknya nggak terlalu sekencang di pagi kami berangkat ke Kelor. Fiuh… i’m feeling lucky.

Ini rahasia ya. Saya adalah orang yang mabuk laut. That’s why. How cupu….

Terus terang, ekspektasi saya tinggi banget sebelum sampai ke Onrust dan Cipir. Nggak salah rasanya kalau habis liat Kelor yang cukup indah itu. Tapi begitu tiba …

Aih, bayangan pulau yang berpasir minimal macam Kelor hilang sudah. Onrust, pulau kedua yang kami tuju, ternyata rameeeee, Gan! Sudah begitu, kotor pula. Teman-teman bisa lihat sampah di pulaunya juga sampah di perairan sekitar pulau.

20150809_122440
dermaga kapal di Pulau Onrust

 

Ramainya pulau ini sebenernya menguntungkan pengunjung juga. Karena dengan mudah kita bisa ngisi perut dan menghilangkan kering kerongkongan dari warung-warung yang ada. Sayangnya, warung- warung itu nggak sesuai peruntukannya. Masak iya warung itu berdiri persis di bagian bangunan bersejarahnya ūüôĀ

(kita bilang demikian karena pas lagi makan di salah satu warung, pas lihat plang yang bertuliskan info itu dan warung kita berdiri diatasnya).

Dan lagi, sepertinya banyak warga yang awalnya hanya berdagang makanan disini jadi menetap. Caranya, mereka ‘nebengin rumahnya’ ke sisa-sisa badan bangunan bersejarah. Duh, sayang banget ya…¬†Semoga pengelola pulau bisa segera menertibkan yang demikian beserta sampah- sampahnya.

Terlepas dari itu semua, jalan-jalan di Onrust lebih terasa wisata arkeologinya. Atau saya bisa bilang lebih terasa ‘horor’nya. Hehehe…

Nggak tau kenapa, meskipun ramai, pulau ini terasa singup (Jawa: sesuatu yang gloomy). Begitu masuk sini, kita akan disambut suasana yang rindang namun gersang. Seimbang sama bangunan- bangunan tua yang memenuhi lokasi ini. Kalo ada sutradara yang nyari syuting film horor terbaru, pulau ini rasanya cocok.

Saat di Onrust, kami dipandu oleh seorang tour guide. Sesuai fungsinya, beliau (yang saya lupa namanya) mengajak kami berkeliling dan menjelaskan masing-masing lokasi. Berikut yang saya ingat dari penjelasannya.

 

Onrust, diambil dari kata ‘tidak pernah beristirahat’.¬†Memang di jaman Belanda masih menduduki Batavia sebagai VOC, Onrust adalah galangan. Semua kapal yang mau ke Batavia, singgah dulu disini buat isi amunisi ataupun perbaikan. Seiring waktu, di tahun 30-an, Onrust berubah jadi asrama haji. Ia juga jadi tempat karantina jemaah yang baru kembali dari Mekkah. Di masa perang dunia, Onrust kembali berubah jadi tempat penyiksaan tawanan perang plus eksekusinya.

Penduduk Onrust berusia pendek.¬†Kalo percaya mitosnya, pasti nggak masuk logika. Tapi kalo di nalar, di Onrust kala itu sempat dijadikan tempat karantina penyakit menular dan lain-lain. Sementara sanitasi disini buruk sekali. Wajar rasanya kalo penyakit- penyakit tadi menyita usia ‘penduduk’ disini lebih banyak. Salah satu bukti yang bisa teman-teman lihat adalah sebuah komplek makam kuno Belanda. Ada 2 yang masih terlihat utuh. Salah satu yang terkenal adalah makam Maria yang dipercaya penduduk suka bikin penampakan. Ceritanya sih masih simpang siur, meskipun diduga si Maria ini tiada karena wabah sakit pes yang saat itu melanda. Horor sih ini…. Sengaja ga ngambil gambarnya, saya udah parno sendiri.

Onrust tempat eksekusi pemberontak.¬†Teman-teman yang datang kesini bisa lihat juga makam-makam pemberontak pribumi yang kisahnya bisa kita kihat di museum Pulau Onrust. Kalo ga salah kisahnya tentang pemberontak kapal tujuh (ceritanya panjang banget, kalo kesini jangan lupa baca ya.) Termasuk kabarnya pemberontak DI/TII, Kartosuwiryo, juga dikebumikan disini. Terus terang kawan, saya pribadi nggak berani lama- lama buat baca semua kisahnya di museum. Hawanya nggak enak… -______-”

Foto dulu biar afdol
Foto dulu biar afdol

Dibanding lama-lama menghabiskan waktu keliling pulau yang agak¬†spooky¬†ini, kami buru- buru ambil wudhu dan solat duhur kemudian menikmati es kelapa sambil menonton keramaian. Oya,kami ingatkan lagi kalo di Onrust memang hanya ada reruntuhan bangunan kecuali bagian museum yang sudah diperbarui. Menurut bapak pemandu kami, banyak oknum yang memanfaatkan badan bangunan ini saat pulau Onrust belum seterkenal sekarang. Sedih ya…

Bosan dari Onrust, kami lanjut ke Cipir. Jaraknya dekat sekali. Mungkin hanya 5 menitan nyebrang. Menurut informasi, Cipir dan Onrust ini emang sodaraan. Dimana di jaman Belanda sempat dimanfaatkan untuk peruntukan yang sama, yaitu tempat karantina jemaah haji.

 

Pulau Cipir alias Cuyper alias Kahyangan. 

IMG_3984
Welkom!
IMG_3989
Nggak paham sama bentuk monumennya. Ganjil ya?

 

Buat teman pejalan yang besok kesini, tolong koreksi kami kenapa pulau ini dinamakan Cuyper ya (yang kemudian terpaksa kepleset jadi Cipir akibat aksen pribumi). Saya terus terang nggak inget kenapa. Tapi sejarah peruntukannya agak inget.

Jauh dari namanya yang Kahyangan, Cipir menyimpan sejarah kelam. Dulu, kabarnya di Cipir ini didirikan rumah sakit yang mana sebagai tempat karantina jemaah haji. Tau sendiri kan, kalo mau atau habis haji, selalu aja ada penyakit- penyakit menular yang berpotensi menjangkit. Namun bukan sekedar itu sodara. Karantina ini konon hanya sebuah kedok Belanda yang ketakutan umat muslim Indonesia bisa mendapat pemikiran-pemikiran baru sepulangnya dari haji. Bahkan nggak segan jemaah yang masuk disini disuntik mati lo… hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~

Tapi itu sih katanya… nyatanya saat ke Cipir, kita akan lihat puing-puing sisa bangunannya aja. Mirip kayak di Onrust. Selain sisa bangunan rumah sakit, kita bisa lihat sisa bangunan WC, juga bilik- bilik kamar karantina. Hampir semua sisa bangunan dirambati sama akar-akar pohon dan nyaris nggak berbentuk lagi.

Oya, di Cipir ini juga ada spot dimana kita bisa melihat sekeliling dari menara pandang loh. Juga ada dua meriam tembak peninggalan Belanda nggak jauh dari tower itu.

IMG_4045
Sisa bangunan rumah sakit
IMG_4052
Sisa bilik kamar pasien
IMG_4061
Suasana sekitar Pulau Cipir
IMG_3992
Kalo ada (sisa) bangunan WC yang fotogenik, kayaknya cuma ini deh hehehe

 

Nah, selain sisa bangunan yang bisa kita lihat disini, Cipir masih punya sisi pantainya kok. Jadi dia lebih sedikit bisa dinikmati daripada Onrust yang ‘kurang pantai’. Bahkan ada sisi pantai yang dibuat menjorok ke laut sehingga saat ada ombak datang, dia akan pecah jadi deburan yang bikin basah! Spot ini cocok juga buat kamu yang doyan mancing hehehe…

IMG_4109
Masih ada bagian air yang bening!
IMG_4117
Ombaknya pecah
IMG_4129
View pulau Cipir

Gimana? Ternyata nggak jauh dari Jakarta, kita udah bisa island hopping di Taman Arkeologi Kelor-Onrust-Cipir. Meskipun agak-agak spooky, yang penting happy! ūüėÄ

You may also like

2 Comments

  1. Sedih ya kalo tempat wisata bersejarah gak dirawat gitu. Smoga ada dana khusus Pemda buat konservasi.
    Yeayyy keren blognya hening dan mas dimas. Smoga hening banyak waktu dan banyak rejeki biar makin sering jalan2. Share cerita dan info ttg tempat tujuan wisata yg dekat, gak perlu dolar buat jajan, dan banyak sejarahnya :).
    Btw legonya diajakin eksis donk Ning di tiap foto hehe.

    1. terimakasih mbak sudah mampir hahaha, iya serem disana dan nggak terawat. legonya ada nih, diajakin terus hehehe. sering-sering mampir ya mbaknyaa ūüôā

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *