Curug Parigi, Oase di Planet Bekasi

Dibalik sosoknya yang sering banget jadi bahan bully-an, Bekasi ternyata masih menyimpan secuil kecantikan. Benar- benar secuil karena tempat yang mau saya ceritakan ini ternyata begitu kecil dan… agak terpencil. Hehe… tuh kan di bully lagi kan :))

Namanya Curug Parigi. Kami berdua tahu lokasi ini karena nggak sengaja browsing tempat jalan- jalan disekitar Jakarta. Ternyata lokasinya di Bekasi. Boleh lah ya, dicoba. Apalagi melihat fotonya yang kayaknya kok kece.

img_0477
Siapa yang nggak tergoda sama pemandangan begini?

 

Namun begitu kami tiba disana, ternyata,… lokasinya cukup absurd, sodara.

Kita nyaris balik pulang karena mengikuti jalan yang nggak meyakinkan. Agak di belakang lokasi perumahan, pabrik- pabrik dan pergudangan gitu. Kemudian jalannya kecil, dan mengarahkan kita berdua kesebuah lapangan besar. Sebelahan sama TPU Bantargebang pula. Benar- benar nggak menduga akan bertemu ‘air terjun’ di tempat ini

Legotrackers juga penasaran jadinya
Legotrackers juga jadi penasaran sama Niagara-nya Bekasi ini.

 

Tanya- tanya sana- sini, diarahkannya kita untuk terus lurus mentok sampai bertemu sebuah gardu. Disana suasananya cukup ramai. Sepeda- sepeda motor berjajar. Bahkan ada ‘tukang parkir’-nya loh.

Kelar memarkirkan motor, kami menyusuri jalanan yang sempit dan menurun. Sama sekali tidak jauh. Baru kemudian kami berjumpa dengan si ‘air terjun’ kebanggaan warga Bekasi itu. Hehe.

Sepengamatan saya, ‘air terjun’ ini lebih mirip disebut ‘air jatuh’. Kalau diamati dari konturnya, ia seperti sungai yang patah ke bawah sehingga menyebabkan air menjadi terjun :)))

Ternyata wakwaaawww~
Ternyata wakwaaawww~

 

Jadi jangan berekspektasi berlebih kalau memang berniat mendatangi tempat ini yah. Lagi- lagi prinsip don’t trust picture in square harus disematkan dalam hati yang terdalam kalau nggak mau kecewa sama kenyataan. Hehehe.

Pemandangan di sekitar air terjun sendiri tidak terlalu sensasional. Selain hanya dikelilingi tanaman bambu dan rerumputan, aliran sungai yang menjadi penerus dari si ‘air terjun’ ini tak begitu mengalir lancar karena cukup banyak sampah. Baik dari sampah daun bambu yang mengering, sampai sampah non organik yang ditinggalkan pengunjung yang dibuang ke badan air. Di balik ‘air terjun’ sendiri pun berdiri kompleks perumahan Villa Nusa Indah 5. Jadi ya… jangan sedih yah, kalau sudah jauh- jauh kemari :)))

Namun untuk sekedar melihat (sedikit) hijau- hijau dan mendengar suara air, tempat ini bolehlah dikunjungi. Dan tetaplah berhati- hati kalau mau bernarsis ria disekitar batuan air terjun. Jangan sampai terpleset ya 😉

Never ever trust picture in square
Never ever trust picture in square

 

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *