Doubletrackers Playlists: LAGU PERANTAU

Selain judul film, MERANTAU juga jadi judul cerita hidup kami berdua. Sepasang butiran tahu yang menjelma jadi perantau demi sepiring nasi dan sebongkah batu akik #loh? Hahaha. Iya, kalau sesuap nggak kenyang soalnya. Dan sebongkah berlian terlalu muluk- muluk. :)))

Bicara soal merantau memang bukan hal baru buat saya (Hening). Dari kecil, saya sudah ikut orangtua merantau, sehingga merasa ambigu dengan rasa kangen sama yang namanya ‘kampung halaman’. Balada hidup berpindah memang bisa bikin saya krisis identitas kampung muasal. Sekrisis identitas orang yang mempertanyakan “Ini, teh, susu?”

“Ini, teh? *sruput*

Ini teh, susu? *sruput*

Ini teh apa susu, teh?

Ini teh susu tet… -biiiipppp-?”

*modyar. didatengin KPI*

Ya, begitulah. Kalau ditanya mana kampung halaman saya sebenarnya dan saya sendiri orang mana, bingung jawabnya. Kampung halaman buat saya intinya ya, dimana orangtua saya berada. Sementara tempat yang menjadi destinasi beserta kenangan- kenangan yang mengikutinya, itu bisa dimana saja.

Lain halnya dengan Dimas. Destinasi, kampung, dan asalnya bisa dengan jelas dan mantap disebut. Karena orangtua, keluarga, teman- teman, mantan #eh, dan semua kenangannya, ada di satu tempat. Yah, dua tempat deh, meskipun cuma sebatas Surabaya- Sidoarjo.

Tapi mau pindah dari ujung dunia sampai Ujung Berung juga, namanya kangen sama “kampung halaman” (apapun dimanapun destinasinya), pasti ada. Dan setiap kangen yang bikin perasaan mellow- mellow marshmallow ini, bakalan lebih greget kalau disambi dengerin lagu.

*kemudian muncul pemain biola, mulai bikin backsound*

STOP BAANNG, HAYATI NGGAK SANGGUP! *tutup telinga, kejang- kejang*

Sudah, Hayati. Daripada kamu sawan, mendingan dengar 10 lagu rekomendasi Doubletrackers ini. Lagu yang dinyanyikan dengan Bahasa Indonesia dari musisi kece Indonesia yang yaaa…. bolehlah bikin sendu-sendu galau para perantau senasib seperjuangan. Hehe. Apa aja? Sok di cek, sambil jangan lupa beli kaset (kaseeeeettt, anak lawas ngets) dan CD (CD?) original-nya yah. 🙂

 

 1. FLOAT- Pulang

Teman- teman yang tumbuh besar sejaman atau bahkan lebih senior dari kami pasti tahu Float. Band yang pernah mengisi OST film Tiga Hari Untuk Selamanya ini memang juara lewat lirik dan alunan musiknya.

“Dan lalu… Rasa itu tak mungkin lagi kini, tersimpan di hati. Bawa aku pulang, rindu! Bersamamu!”

Begitu sepenggal lirik favorit dari band yang berdiri sejak 2004 ini. Ditambah suara Hotma Simamora yang mendayu- dayu dan petikan gitar yang chill  bikin kebayang suasana ‘kampung’ disana yang sibuk, penuh, tapi ngangenin.

 

2. DIALOG DINI HARI- Tentang Rumahku

Ini lagu saya banget sebenarnya, hehe. #tjie #tjurhat. Kenapa? Karena bagi setiap orang, punya deskripsi ‘rumah’ masing- masing. Seperti yang mereka sebutkan saat peluncuran lagu ini, “Tak satupun definisi yang salah, rumah selalu menjadi tumpuan, menjadi poros, menjadi magnet, menjadi pusat rotasi hidup dan kehidupan. Semua jalan yang kita tempuh, adalah jalan pulang menuju rumah.” (source: www.dialogdinihari.com). Nah, semenjak kami berdua tinggal seatap, rumah bagi kami adalah dimana salah satu dari kami berada. 🙂

 

3. SILAMPUKAU- Lagu Rantau

Bukan mau bangga sama kampung kita berdua. Tapi memang lagu folks dari musisi- musisi kebanggaan kota kami tercinta, Surabaya, yang satu ini kena banget di hati. Lirik favorit ada di bagian “Rindu menciptakan kampung halaman tanpa alasan.” #tjurhat #maksimal #setujunggak? #setujuajadeh. Selain itu, penyampaian lirik yang berima dan sangat menyindir para perantau ini memang paling bisa bikin perantau- perantau ngetawain dirinya miris. :)))

 

4. SHEILA ON 7- Ingin Pulang

Ini dia band legendaris yang menemani masa kecil kami berdua. Sudah banyak lagu mereka yang jadi favorit kami. Sampai kemudian, ada lagu ini yang bisa bikin kebayang orang- orang rumah. #Jlebmoment datang dari salah satu liriknya, “Kubergetar merindukanmu, hingga pagi menjelang…” Hm… Ya kalau kangen rumah mah bayangin genteng rumah aja sudah bisa bikin bergetar jiwa raga deh. Plus kalau mau pulkam, saking excited-nya, suka bikin susah tidur. Ya nggak sih?

 

5. BANDA NEIRA- Esok Pasti Berjumpa (Kau Keluhkan)

“Kau keluhkan sunyi ini, tanpa ada yang menemani. Kau keluhkan risau hati yang tak kunjung juga berhenti. Rasa itu kau rindu. Dan kau inginkan untuk segera tiba.”

Lagu ini, selalu terlintas kalau ibu saya atau mama Dimas lagi telepon setiap hari. Soal curhat ini tu plus sisipan curhat kangen ke anak-anak mereka yang jauh di mata. Hehe… rumah yang dulunya ramai, sekarang sepi dan beliau berdua selalu bertanya, “Kapan pulang?”

Seperti Banda Neira, kami sigap menjawab, “Esok pasti jumpa!” 🙂

Meskipun lagunya nggak sedih, tapi karena yang kebayang Ibu sama Mama, jatohnya malah baper :)))

 

 

6. PAYUNG TEDUH- Angin Pujaan Hujan

Mendengar lagu satu ini yang kebayang suasana hangat musisi jalanan yang lagi menemani kita makan ronde atau angsle di trotoar, nggak tahu kenapa. Haha…  Tapi bukan itu yang bikin lagu ini masuk playlist kami. Melainkan karena menggambarkan kerinduan yang nggak kesampaian. Iya, sebagai perantau memang nggak bisa seenaknya kan, pulang kampung. Belum urus cuti, kehabisan cuti, ngepasin anak liburan sekolah, nunggu tanggal merah, nunggu lebaran, nunggu gajian, nunggu naik gaji #eaa, dll, dsb, dkk. Sementara di otak sama di hati fokus udah sama masakan ibu di rumah. Akhirnya cuma bisa melolong lewat lirik nendang satu ini, “Sang pujaan tak juga datang, angin berhembus bercabang… rinduku berbuah lara~” Yeah, right….

 

7. ANGSA & SERIGALA- Detik dan Waktu

Kebayang kampung halaman juga pasti bikin kebayang teman- teman sepermainan. Lagu ini cocok untuk menceritakan kisah- kisah dengan sahabat, kerabat, atau cuman sekedar teman main bekel dan gundu bareng. Jadi, buat siapa aja yang tiap mudik atau sekedar pulkam selalu menyempatkan silaturahmi sama teman- teman masa kecilnya, jangan lupa sampaikan Bertahun lama bersama… Habiskan waktu mengenal suka duka mu, hey kawan…”

 

8. RAN- Dekat Di Hati

Lagu ini sebenarnya memang buat orang yang LDR-an sih. Cuma, buat kami, merantau kan konsepnya juga lagi LDR-an. Sama kampungnya, sama keluarga, sama teman, sama suasana, sama apa saja yang membuat kita merindu dan nggak bisa langsung ketemu. Kepikiran ini lagu yang cocok buat perantau waktu ibu saya bilang suatu hari via telepon. Tepatnya beberapa hari setelah kami menikah dan kembali ke Jakarta.

“Ibu seneng lo lagu ini (lagu RAN,red). Bikin inget anak-anaknya Ibu lagi jauh (saya dan Dimas, red).”

Seketika hati langsung nyesssss…. Kalau yang bilang ini pasangan kok rasanya nggak ada apa-apanya ya. Membayangkan wajah ibu sambil nyanyi lagu ini rasanya… *pengen peluk Ibu*

“Meski kau kini, jauh disana, kita memandang langit yang sama. Jauh di mata, namun, dekat di hati…”

 

9. ENDANK SOEKAMTI- Kampung Halaman

Meski kelihatannya gahar- gahar, lagunya juga nggak menye- menye, kalau sudah bicara rindu, sekelas Endank Soekamti juga bakalan ikutan termehek- mehek. “Saat sedih, saat bimbang, kuselalu terbayang, ke kampung halaman. Dengarkanlah, aku ingin… pulaaaanggg….” 

 

10. KLA PROJECT- Jogjakarta

Sebagai penutup, lagu lawas ini nggak boleh ketinggalan. Biar bukan orang Jogja juga, cara Kla Project mengajak kita memutar balik ingatan ke suatu tempat memang juara bikin baper menahun. Cara mereka menggambarkan setiap sudut kota dan hangatnya suasana Jogja bisa bikin siapa aja yang mendengar buru- buru pesen tiket pulkam. “Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat…”, hm… siapa yang nggak setuju buat nggak nostalgia sama kampung halaman.

 

Oke, kayaknya segitu aja. Semoga 10 lagu tadi bisa bikin baper berjemaah para perantau dimanapun berada yah. Ya… hitung- hitung biar kami nggak kangen kampung halaman sendirian, lah. 😀 Sekalian sambil nunggu beberapa bulan lagi buat lebaran. Haha.

 

Kalau lagu rantau kalian sendiri, apa? Share disini yah 🙂

 

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *