Menyisip di Gedung Arsip Jakarta

Coba teman- teman googling dengan keywords “Gedung Arsip” untuk mencari informasi mengenai gedung ini.

Sudah?

Apa yang kalian temukan?

Haha. Kalau saya, yang ketemu malah jasa vendor pernikahan. Apa kalian lantas berpikir saya sengaja salah memberitahu soal keywords-nya?

Jawabannya, sama sekali nggak.

Karena, gedung cantik peninggalan Belanda ini memang disewakan sebagai gedung pernikahan. Maka jangan heran kalau kalian searching nama gedung ini, yang muncul seperti itu, ya. Jangan heran juga kalau sudah tahu berapa biaya sewa gedung ini untuk sebuah event pernikahan. Jumlahnya bahkan bisa melebihi uang muka beli rumah di Jakarta, deh kayaknya hehehehe.

img_20160811_120317_hdr
Selamat datang di Gedung Arsip! Inframe: Kak Myrta dan bocahnya, Bhumi :))

 

Nah, terlepas dari ketersediannya untuk disewakan sebagai gedung pernikahan, gedung ini memang dulunya berperan sebagai Gedung Arsip milik negara.

Dimulai sejak jaman Belanda, bangunan elegan di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat ini semula kediaman Gubernur Jenderal VOC, Reiner de Klerk,  di abad ke- 18. Baru kemudian berubah fungsi menjadi Gedung Arsip.

Tahun 1992, bangunan direnovasi dan resmi menjadi bangunan cagar budaya. Arsip-arsip negara sendiri berpindah ke Gedung Arsip di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Menemukan gedung ini nggak susah. Kalau teman- teman menggunakan TransJakarta, dia berada tak jauh dari halte Mangga Besar.

img_20160811_120826_hdr
Halaman depan Gedung Arsip

 

Untuk masuk, tidak diberi patokan biaya. Atau dengan kata lain gratis. Namun tak ada salahnya teman- teman menyisihkan sedikit dana saat berkunjung bagi penjaga gedung.

Suasana di sekitar area pintu masuk gedung
Suasana di sekitar area pintu masuk gedung

 

Ohya, mengingat perannya sebagai gedung pernikahan dan fungsi utamanya sebagai gedung arsip juga sudah tidak ada, lantas apakah gedung ini serta merta kosong?

Sama sekali nggak. Justru beberapa spot di dalam gedung ini dimanfaatkan sebagai semi museum. Beragam senjata kuno, surat- surat peninggalan sultan- sultan di tanah air kepada pemerintah Belanda, hingga segala jenis brankas ataupun peti penyimpanan, ada disini.

img_20160811_113423_hdr
Salah satu ruangan yang menyimpan barang peninggalan Belanda. Mulai dari tea set sampai wadah nyirih, ada disini
img_20160811_113318_hdr
Plakat pendirian gedung ini
img_20160811_114209_hdr-copy
Pedang peninggalan dari masa pendudukan Belanda. Salah satunya ada yang dilapisi kulit hewan.
img_20160811_114714_hdr
Sebenarnya saya nggak paham kenapa benda ini ada disini. Sebuah masker penyelam jaman kuno. Lihatnya saja sudah berat. Gimana pakainya, ya? Hehe
img_20160811_115118_hdr
Brankas ajaib yang mirip kotak rubik

 

img_20160811_115402_hdr
Peti jadul yang difungsikan sebagai meja

 

Gedung ini terdiri dari dua tingkat. Di lantai atas dari bangunan utama, dibiarkan kosong. Disini kita bisa melihat keluar jendela pemandangan halaman depan gedung yang luas. Juga sebuah peta perencanaan pembangunan kota di era kolonial Belanda. Mungkin kalau peta itu sungguhan terlaksana baik, Jakarta pasti sangatlah indah pada masanya.

img_20160811_120446_hdr
Menuju lantai dua di gedung utama

 

img_20160811_120757_hdr
Peta perencanaan kota di jaman Belanda. Jakarta kecl banget. Kalau nggak salah, paling jauhnya di peta ini sekitaran Menteng/ Gambir. Disebutkan dalam nama yang berbeda dari sekarang. Yang rumahnya Mampang ke selatan, jangan nyari disini yaaa… mungkin masih hutan belantara, hehehe.

 

img_20160811_120811_hdr
Lantai dua gedung utama. Bisa dibuat main karambol saking luasnya.

 

Dari lantai dua juga, namun di sisi belakang gedung, kita bisa menikmati suasana halaman belakang gedung yang tak kalah luas. Di halaman belakang ini terdapat sebuah lonceng dan meriam. Konon, dulunya memang berfungsi sebagai penanda apel bagi tentara- tentara Belanda yang bertugas disini.

Suasana lantai dua Gedung Arsip. Bisa melihat halaman belakang dari atas sini.
Suasana lantai dua Gedung Arsip. Bisa melihat halaman belakang dari atas sini.

 

img_20160811_115643_hdr
Logo lembaga arsip nasional

 

Bagian belakang gedung dan selasarnya
Bagian belakang gedung dan selasarnya

 

Halaman belakang gedung memang luas terhampar dan cukup terawat. Berbeda dengan bagian belakang gedung yang kalau kalian berani masuk kesana, dibiarkan kosong dan tidak terawat. Gloomy dan nggak enak banget hawanya, hehehe.

img_20160811_121837_hdr
Suasana di gedung belakang

 

Overall, dengan biaya sukarela yang dikeluarkan untuk menikmati suasana gedung secakep ini, tentu sangat worthed. Buat kalian yang belum sempat kesini, sempatkanlah. Gedung ini sangat fotogenik buat tempat foto- foto. Nggak salah para calon pengantin sangat mengidolakan gedung ini sebagai venue pernikahan mereka. Cantik banget sih! 😉

@doubletrackers
Ornamen pada dinding keramik di gedung utama. Sepenangkapan saya, isinya menerjemahkan isi Alkitab bukan ya? Seperti perjalanan Nabi Isa. Apa benar? Anyone?

 

img_20160811_120317_hdr
Ukiran pada bagian atas pintu yang sangat khas a la Baroque. Anyway, sampai jumpa, Gedung Arsip!

 

 

You may also like

2 Comments

  1. Gedung arsip adalah salah satu tempat yang selalu kuidamkan menjadi venue pernikahan, dengan segala kevintage-an dan ornamen jadul yang selalu terlihat seksi. Bikin gemes mataku hehehe… Nice post mbak ning :)))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *