Yang Wajib Diicip Dari Kupang

Yang namanya jalan-jalan, bakalan kurang lengkap kalau nggak cobain makanan khasnya. Mau itu dimakan di tempat maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh, yang berbau-bau kuliner pastinya nggak boleh ketinggalan.

Termasuk bila teman sejalan pergi ke Kupang. Lelah berkeliling menikmati pantai kotanya yang indah-indah, kalian nggak boleh melewatkan yang wajib diicip dari Kupang. Apa aja tuh? Ini dia!

 

1. Bose dan Catemak Jagung

Di pelajaran SD dulu, sering banget disebut makanan pokok masyarakat Indonesia Timur tuh kalau nggak sagu ya jagung.

Kenapa bukan beras? Karena curah hujan di daerah seperti Kupang ini rendah banget, gaes. Jangankan buat tanam padi, buat minum aja untung-untungan. Nggak salah deh sampai ada iklan yang nyebutin: sumber air so dekat itu. Nah, mengingat kondisi tersebut, terjawablah teka-teki kenapa masyarakat setempat mengandalkan tanaman penghasil karbohidrat alternatif  yang lebih tangguh seperti jagung dan sagu itu. Dimana untuk jagung sendiri, masyarakat Kupang biasa mengolahnya menjadi bose atau catemak. 

Seperti namanya, jagung yang dimasak dengan cara bose berarti dilunakkan. Dengan memakai lesung, lalu dicampur kacang merah dan dimasak di atas kayu bakar, jagung bose akan bertekstur lembek seperti bubur. Agak berbeda dengan catemak yang meski teksturnya mirip dan rasanya sama-sama asin, isi catemak terdiri dari jagung, kacang tanah dan kacang hijau, plus labu-labu.

 

2. Ikan Kuah Asam

Di Kupang, hidangan ini juga cukup terkenal. Tapi yang (katanya) paling enak sih ada di daerah Tenau. Disebut ‘kuah asam’ karena memang rasa kuahnya asam-asam pedas gitu, gaes. Sebab ada campuran belimbing wuluh yang digunakan dalam kuah. Nah, kalau kalian pernah mencicip kuah kuningnya Papua, rasanya agak mirip-mirip tuh.

Jadi, buat kalian yang penasaran dan berminat mencoba hidangan ini di Tenau, datanglah seawal mungkin. Kalau perlu bantuin yang punya warung buka, deh. Soalnya kalau lewat dari jam 2 siang, bisa-bisa nggak kebagian saking larisnya! #curhat.

 

3. Tuak Manis

Bukan ngajarin yang nggak bener ya, gaes. Tuak yang saya maksud disini adalah legen. Itu loh, hasil sadapan tongkol bunga pohon lontar (cerita lengkapnya ada di sini). Nggak pakai mengalami proses fermentasi, tuak yang satu ini dijamin halal. Lah wong nggak memabukkan kok :))) Kecuali, dia sudah difermentasi dan berubah menjadi moke, nah…baru deh.

Moke sendiri sebetulnya bisa dibilang minuman persaudaraan. Biasa muncul di acara-acara adat atau hari besar keagamaan di sana. Selama nggak diminum berlebihan sih, harusnya bisa menjadi kearifan lokal yang patut dilestarikan. Tapi…orang kan nggak sama, ya. Nggak sedikit dari masyarakat setempat yang menyalahgunakan moke malah untuk mabuk-mabukan.

Buat kalian yang mau mencicip tuak manis yang masih fresh, sila datangi warung-warung makan yang ada di sekitar Pantai Lasiana. Harga sebotol ukuran 1,5 ml-nya cuma 20 ribu saja, loh.

Tuak manis yang baru disadap. Enak dan segar. Rasanya mirip air kelapa tapi lebih manis.
Tuak manis yang baru disadap. Enak dan segar. Rasanya mirip air kelapa tapi lebih manis.

 

4. Se’i

Se’i merupakan istilah masyarakat Rote (suku terbesar yang mendiami Kupang) untuk menyebut daging yang diiris tipis memanjang. Nggak sekadar diiris, dengan kearifan lokal itu daging juga melewati proses penggaraman dan penjemuran. Tujuannya supaya darah pada daging menetes habis.

Kemudian supaya daging tadi matang dan awet, daging akan diasapi menggunakan bakaran daun kesambi. Sehingga tak heran kalau daging se’i terasa asin, namun warnanya tetap merah seperti daging mentah.

Padahal secara teori, se’i yang sudah melewati proses pengasapan ini sebenarnya sudah matang. Bahkan bisa dimakan langsung kalau malas memasak. Tapi, nggak ada salahnya juga kan diolah lebih lanjut biar lebih mantap?

Nah, ada tiga jenis daging yang biasa diolah menjadi se’i. Yakni daging babi, sapi, maupun ikan. Jadi, buat teman-teman muslim yang kepingin mencicip se’i di tanah asalnya, please do check and recheck before you eat.

Dan buat kalian yang ketagihan makan se’i lalu berminat menjadikannya oleh-oleh khas Kupang, sila kunjungi toko oleh-oleh Ibu Soekiran di Jl. Mohammad Hatta no.16, Kel.Bonipoi, Kec.Kota Lama, Kota Kupang. Harganya cuma 150 ribu aja kok untuk ukuran setengah kilo. Dan se’i yang dijual di sini adalah se’i sapi dan ikan.

Memasak se’i menjadai makanan matang pun mudah. Saya tinggal menumis bawang bombay sampai wangi, memasukkan irisan se’i, membumbuinya dengan minyak wijen, saus tiram, gula, garam, dan merica, lalu jadi deh :))))

Se'i sapi buatan mamah dedeh. Eh, mamah hening :)))
Se’i sapi buatan mamah dedeh. Eh, mamah Hening :)))

 

5. Gula Lempeng

Di Kupang, pohon lontar ini memang pohon 1000 manfaat banget. Selain bisa jadi bahan minuman, sari bunganya juga bisa jadi gula. Jenis olahan gula ini sebenarnya ada banyak. Tapi yang paling terkenal adalah yang diolah menjadi gula lempeng.

Caranya sederhana banget, gaes. Tinggal memanaskan legen di tungku sederhana hingga terkaramelisasi, terus dicetak deh dalam cetakan yang dibuat dari daun lontar. Tadaa… jadi gula lempeng! (Cerita lengkapnya ada di sini).

Kalau kalian pengen dapetin gula lempeng yang fresh, sila langsung datengin (lagi-lagi) Pantai Lasiana. Sekilonya cuma 25 ribu aja kok, gaes. Sampe rumah bisa dicampur ke dalam teh atau sebagai sausnya pisang epe, deh. Tetap manis dengan kandungan gula yang jauh lebih rendah daripada gula tebu 🙂

Kanan: Gula lempeng. Kiri: Pisang epe yang diberi saus gula lempeng ala mamah hening
Kanan: Gula lempeng. Kiri: Pisang epe yang diberi saus gula lempeng ala mamah Hening

 

6. Tart Susu

Kupang juga punya nih, kudapan manis yang nggak boleh kelewatan. Namanya, Tart Susu. Disebut demikian karena memang bahan dasarnya susu. Rasa dan teksturnya sendiri menurut saya ada di antara kue lumpur dan klapertaart.

Ia lembut seperti klapertaart, tapi sekaligus padat kayak kue lumpur. Beraroma vanili seperti klapertaart, tapi menggunakan topping kismis seperti kue lumpur (ada yang pakai keju juga sih). Rasa manis pun ada di antara kue lumpur atau klapertaart. Hm…jadi ini kue lumpur apa klapertaart?

Ada banyak toko di kupang yang menjual kue ini. Namun, saya merekomendasikan Tart Susu Mama Ana sebagai yang wajib diicip dari Kupang. Jangan sampai kelewat, deh!

Mencari tokonya memang agak sulit sih, gaes. Selain rumahan banget, jalan kesananya juga nggak meyakinkan karena bukan di jalan besar. Saya sendiri sempat ragu waktu sampai ke sana. Karena dari luar kelihatan rumah biasa aja, dan lokasinya ada di dalam jalan kecil pula (seperti gang). Nggak ada plang atau penanda lain yang bisa jadi patokan selain alamat.

Tapi setelah bertanya kesana-kemari mencari kepastian, ternyata rumah di Jl. Johanis Fanggi, Beumopu-Lasiana, Kupang itu memang bener tokonya. Fiuh, untung bukan alamat palsu.

Di sana, saya disambut langsung sama Tante Ira yang merupakan pemilik tart susu Mama Ana. Orangnya cantik dan ramaaaaah banget. Bahkan beliau sendiri yang mengantar kue tersebut ke rumah adik saya. Oh, dan kenapa sampai dianterin segala, soalnya untuk menikmati tart susu ini kita harus pesan sehari sebelumnya.

Kalau kalian berminat mencoba tart susu Mama Ana, sila hubungi Tante Ira di 0813-9849-4835.

Kalau ini adalah penampakan tart susu ala Mama Ana.
Kalau ini adalah penampakan tart susu ala Mama Ana.

 

7. Sagon dan Kacang Panggang

Selain menjual Tart Susu, Mama Ana juga menjual Sagon dan Kacang Panggang loh. Rasanya enak dan harganya ramah.

Sagon sendiri dibuat dari percampuran sagu dan parutan kelapa. Rasanya gurih dan manis. Bisa dimakan langsung buat camilan, atau dicampur dengan ketan seperti yang saya pernah coba. Harag perkemasannya sekitar 15-20 ribu.

Sementara kacang panggangnya yang terbagi dalam dua rasa, Kayu Manis dan Manis Pedas, juga nggak boleh ketinggalan. Gurihnya pas, manisnya pas, kacangnya juga renyah banget, nggak berminyak. Saya paling suka yang rasa kayu manis karena (entah kenapa) rasanya begitu otentik. Hehe. Per kemasannya dibandrol mulai dari 10 ribu.

Sagon dan kacang panggang ala Mama Ana. Favorit saya kacang panggang rasa kayu manis.
Sagon dan kacang panggang ala Mama Ana. Favorit saya kacang panggang rasa kayu manis.

 

8. Camilan lain-lain

Di toko oleh-oleh, teman-teman juga jangan lewatkan yang wajib diicip dari Kupang berikut. Sebut saja abon ikan yang bisa jadi buah tangan. Lalu kiri-kiri yang enak buat sebagai camilan gurih, jagung titi yang krispi, dan favorit saya gula hela!

Gula hela ini dibuat dari (lagi-lagi) gula lontar yang dicampur dengan kacang tanah. Setelah diaduk sampai kental, ia akan ditarik seperti pembuatan permen secara klasik. Kemudian didinginkan hingga mengeras sebelum bisa dikonsumsi.

Tesktur gula hela memang tampaknya keras. Namun begitu masuk mulut, rasanya lumer sekali. Selain rasa manis, gurihnya kacang yang terlarut di dalamnya benar-benar membuat ketagihan.

Tak boleh kelewatan masuk dalam daftar adalah kopi Flores yang tersohor itu.

IMG_6657
Camilan lain-lain yang wajib masuk daftar oleh-oleh

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *