#jadibisa Berkereta Dengan Traveloka

IMG_20160912_205533_HDR

Keakraban saya dengan kereta mulai terjalin erat sejak 12 tahun lalu. Ketika berkenalan dengan Turangga, dalam perjalanan panjang Surabaya-Bandung saat saya masih sekolah dulu. Meski awalnya sebal karena harus duduk bak ayam mengeram selama 12 jam, lambat laun saya menyukai duduk berdiam di kereta.

Kenapa? Karena saya yang mulai dewasa, mulai memahami sisi romantisme bepergian dengan kereta. Pemandangan yang berkelebat dari balik jendela, suara-suara di stasiun pemberhentian, lalu-lalang orang di dalam gerbong dan peron, menjadi sekelumit warna yang tak bisa digantikan awan-awan di angkasa lewat perjalanan udara.

Padahal mungkin, kalau dipikir-pikir sekarang, itu hanya alasan saya untuk membesarkan hati karena tak mampu membeli tiket pesawat. Haha. Ya, bayangkan saja. Saat itu frekuensi terbang dan maskapai penyedia jasa yang tak sebanyak sekarang. Ditambah faktor harga yang tak semurah sekarang, ke Bandung dari Surabaya dengan pesawat adalah sesuatu yang baiknya dilupakan saja.

Dan keakraban dengan kereta itu terus berlanjut ketika saya kuliah. Cukup dengan 24 ribu, saya bisa sampai ke Banyuwangi bahkan Bali untuk mengikuti beberapa kegiatan kampus (gila, ya!). Meski beli tiketnya tetap harus ke stasiun, antrenya panjang, kadang perlu berurusan sama calo, dapat duduknya pun harus campur ayam dalam keranjang atau di depan toilet. Belum lagi kalau mau menyelonjorkan kaki harus mau ngemper di tengah gerbong, mau terlelap sejenak harus was-was dengan ancaman pencopet, tapi entah kenapa kereta tetaplah teman bepergian yang bisa diandalkan untuk mahasiswa kurang modal kayak saya waktu itu.

Seiring berjalannya waktu, saya pun berpikir sekaligus berharap. “Kapan ya kiranya kereta akan berbenah?” Dengan fasilitas yang lebih baik, saya juga ingin bisa mendapat harga yang pasti (nggak pakai calo-caloan). Bisa mendapat tiket yang pasti ada (nggak perlu lama ngantre, eh tahu-tahu tiket habis!), terlebih nggak perlu ke stasiun buat itu semua. Ribet. Kalau pesawat aja bisa, masak kereta nggak bisa?

Beruntung, sekitar lima tahun lalu pertanyaan-pertanyaan itu mulai terjawab perlahan.

 

Kereta Api Berbenah

Saya senang ketika akhirnya kondisi perkeretaan menjadi tertib. Baik di stasiun, peron, dan gerbong, fasilitasnya diperbaiki. Lebih baik, lebih bersih, lebih aman, dan tentunya membuat nyaman tanpa memandang kelas kereta/stasiunnya. Mau itu ekonomi, bisnis, atau eksekutif, semua sama.  Pemesanan tiket pun lebih transparan dan mudah. Bisa membeli di minimarket ataupun kios-kios yang sudah bekerja sama, pembayaran pun bisa transfer lewat ATM. Wah, menyenangkan lah pokoknya.

Bima. Salah satu kereta eksekutif dengan interior yang menyenangkan.
Bima. Salah satu kereta eksekutif dengan interior yang menyenangkan.
Sudah tidak ada lagi makanan di piring dan minuman di gelas. Semuanya serba praktis dengan rasa yang terjamin dan harga pasti
Sudah tidak ada lagi makanan di piring dan minuman di gelas. Semuanya serba praktis dengan rasa yang terjamin dan harga pasti
20150904_222313-horz
Suasana kereta ekonomi kini. Sudah ada pramugaranya dan ber-AC

Ketika akhirnya saya pindah ke Jakarta untuk bekerja, urusan pulang kampung pun masih saya serahkan pada kereta kalau kehabisan tiket pesawat. Termasuk untuk pelesir ke kota-kota terdekat seperti Bandung, Jogja, dan Semarang, saya masih mengandalkan kereta. Alasannya? Tentu saja harga menjadi salah satu pertimbangan. PErgi ke Bandung sendiri lebih murah dengan kereta dibandingkan dengan mobil travel. Bebas macet pula. Ditambah sisi romantisme yang tadi saya sebutkan, berkereta memang solusi terbaik.

IMG_20160514_055629_HDR
Cotton candy sky dalam perjalanan menuju Purwokerto
'Kuburan' gerbong kereta di Purwakarta
Pemandangan ‘kuburan’ gerbong kereta di Purwakarta
20150904_201815-horz
Stasiun Senen di malam hari dan Stasiun Kiaracondong siang hari

Nah, sejak berkereta menjadi lebih mudah, saya si manusia yang tak pernah puas ini malah berharap lebih. “Kapan ya pesan tiket kereta lebih mudah lagi? Tinggal klik dalam genggaman, kalau bisa.”

Bolak-balik saya memerhatikan Traveloka (yang saat itu masih saya buka lewat website dan baru tiga tahun terakhir ter-install di ponsel). Berharap suatu hari memesan tiket kereta bisa semudah memesan tiket pesawat.

Benar saja. Setelah keakraban dengan kereta ini berjalan penuh liku, setelah berkali-kali pesan hotel dan pesawat lewat Traveloka, akhirnya saya bisa memesan tiket kereta dalam genggaman. HUWOOO!!! Kalau bukan dreams come true, saya nggak tahu lagi ini apa namanya.

 

Partner Resmi KAI, Bikin Pesan Tiket Kereta Di Traveloka Lebih Tenang

Saya senang Traveloka akhirnya ber-partner resmi dengan KAI. Mau mencari kereta kelas ekonomi, bisnis, apalagi eksekutif, semua ada. Tinggal tap-tap atau klik-klik, terus transfer, kelar deh!

Iya, semudah itu. Karena sekali kita memesan lewat Traveloka, data kita otomatis tersimpan. Nggak perlu lagi ngetik ulang buat masukin data pribadi untuk pesan tiket kereta. Apalagi antre-antre di stasiun, urusan sama calo, tiket yang nggak pasti adanya, aduh…semua itu cerita zaman batu!

Selain itu, seperti halnya pesan tiket pesawat di Traveloka yang bisa memilih tempat duduk, pesan tiket kereta juga sama. Ini nih yang nggak saya temukan dimana-mana. Pas buat kita yang butuh berkereta dalam rombongan besar, seperti dengan teman atau keluarga. Naik kereta makin seru, karena duduknya #jadibisa deket-deketan. Apapun kelas keretanya.

Ah, andai dulu pesan tiket kereta juga bisa pesan duduk, pergi sama teman-teman bisa diatur dari awal. Nggak perlu lobi orang di kanan-kiri buat bisa duduk satu geng, deh. Hehe.

Bahkan di kelas ekonomi pun kita bisa mengatur duduk. Coba dari dulu sudah ada, hiks...
Bahkan di kelas ekonomi pun kita bisa mengatur duduk. Coba dari dulu sudah ada, hiks…

Berkereta dengan Traveloka juga memungkinkan kita melihat ketersediaan dan harga tiket hingga tiga bulan ke depan. Ibaratnya kita mengecek di Bulan Desember, kita bisa melihat tiket hingga bulan Maret. Merencanakan bepergian jadi mudah. Nggak sekadar bisa pesan tiga bulan sebelumnya yang seringkali nggak bisa diprediksi ketersediaannya.

Tapi kalau kamu termasuk orang yang nggak suka membuat rencana jauh-jauh hari, berkereta dengan Traveloka juga bisa last minute, kok. Pastinya, maksimal tiga jam sebelum keberangkatan.

Satu hal yang nggak kalah menarik lewat berkereta dengan si burung langsing ini adalah opsi pemesanan airport train. Sejauh ini memang masih tersedia dari Medan dari dan ke Bandara Kualanamu. Mungkin nanti kalau airport train di Jakarta sudah resmi beroperasi, nggak menutup kemungkinan kita juga bisa memesan dari Traveloka. Wah, jadi nggak sabar!

Aduh, coba ya waktu terakhir pergi sama temen-temen dulu Traveloka sudah punya opsi pemesanan kereta yang kece begini. Pasti saya makin jatuh cinta sama kereta. Dan pastinya jatuh cinta juga sama Traveloka. Karena dengan Traveloka benar-benar nggak pakai pusing lagi kalau sudah merencanakan bepergian. #jadibisa pergi kapan aja #jadibisa pergi kemana aja.

Hmm…kalau begitu, berkereta kemana lagi ya, habis ini?

Baru tiga kali nih pesan tiket kereta dengan Traveloka. Kemana lagi, ya?
Baru tiga kali nih pesan tiket kereta dengan Traveloka. Kemana lagi, ya?

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *