Resolusi Tahun Baru Para Pejalan di #Travelmates01

Biasanya nih, setiap tahun mau berganti kita rajin menyusun resolusi tahun baru. Semua cita-cita dan harapan dirangkai sedemikian rupa biar tahun depan berjalan dengan tujuan.

Tapi gimana jadinya ya, kalau yang bikin resolusi tahun baru itu para pejalan alias travellers? Seseru apa harapan mereka untuk tahun yang sebentar lagi berganti?

Sssttt…biar nggak penasaran, sini deh, Doubletrackers bisikin bocorannya.

Bersama I Was Here Network—sebuah sharing platform berisi kisah-kisah perjalanan gagasan Mbak Windy Ariestanty dan kawan-kawannya—Doubletrackers ikutan traveler gathering yang membahas mau ke mana di 2018.

Digelar di Kantorkuu Working Space, Agro Plaza, acara ini berjalan seru banget. Selain mendatangkan sharing partner yang sudah malang melintang di dunia traveling, host acara: Mbak Dayu Hatmanti, juga jago bikin hidup suasana. Apalagi beliau yang juga penyelam ini seorang pejalan. Makin ramai deh, obrolannya.

Sharing dimulai dengan cerita Mbak Chika (Fransiska Anggraeni), editor in chief dari majalah Panorama dan Get Lost. Dari wanita yang sudah bolak-balik keliling dunia ini, kita diberi ide buat mengunjungi Udon Thani, Thailand. Wah, ada apanya, ya?

Ternyata, kota yang bisa ditempuh dengan satu jam perjalanan dari Thailand ini memiliki danau cantik bernama Nong Harn. Dengan menyewa perahu berkapasitas 6 orang, kita bisa ikut mengelilingi danau penuh teratai yang mekar di pagi hari itu.

Dan nggak hanya itu, Udon Thani menurut Mbak Chika juga menarik buat yang menyukai wisata budaya. Sebab patung Buddha terbesar di Thailand yang menjadi point of interest berada di sana.

“Wisata ke Udon Thani ini belum nge-tren. Jadi masih sepi. Menarik deh. Apalagi dari sini bisa lanjut ke Laos. Cuma dua jam jalan darat, loh,” kata Mbak Chika berpromosi.

Wah, ide bagus nih buat resolusi tahun baru khususnya untuk traveling.

Mbak Chika dan cerita Udon Thani-nya. Cocok buat kalian yang lagi menyusun resolusi traveling di 2018
Mbak Chika dan cerita Udon Thani-nya. Cocok buat kalian yang lagi menyusun resolusi traveling ASEAN di 2018 (gambar kanan dok.goudonthani.com)

Sejalan dengan Mbak Chika, ada juga Guri Ridola (@langkahjauh) yang mempromosikan Labuan Bajo, Mas Kelik dari Spektakel.id dengan plesir seni budaya nusantara Indonesia Timur, juga Faiz Jajuli (Phinemo.com) bersama promosi wisata Jawa Tengah-nya.

(ki-ka): Guri Ridola, Mas Kelik, dan Faiz Jajuli. Ide mereka cocok buat kamu yang ingin menyusun resolusi traveling dalam negeri dengan angle berbeda
Kiri-kanan: Guri Ridola, Mas Kelik, dan Faiz Jajuli. Ide mereka cocok buat kamu yang ingin menyusun resolusi traveling dalam negeri dengan angle berbeda.

Obrolan makin menarik ketika bahasan perjalanan ini mulai menyinggung sisi kemanusiaan. Seperti yang dibicarakan Jonathan dari Travacello soal gerakan Shoes 4 Hope-nya. Jonathan berharap, orang-orang yang menggunakan jasa travel agent-nya bisa jalan-jalan sambil charity.

“Ya berbagi lah dengan adik-adik di sana yang ke sekolah masih pakai sandal atau malah nggak pakai alas kaki sama sekali. Padahal jarak sekolahnya jauh. Buat ini (Shoes 4 Hope), kita kerja sama dengan NGO lokal. Tujuannya untuk mendata jumlah anak yang butuh dan berapa ukuran kakinya. Ke depan sih kita berharap malah bisa membantu membangun sekolah atau membawa tenaga kesehatan ke lokasi terpencil yang kita tuju,” ujar Jonathan.

Seperti Jonathan, pihak Noesa yang bergerak di bidang studio of art dengan fokus pada pemberdayaan tenun Flores juga tak mau kalah. Melalui Orinilaworkshop mereka yang untuk berbagi ilmu tentang warna alam dan tenun ikat Flores, mereka ingin mengajak para pejalan mengenal budaya Flores. Berlokasi di Desa Watublapi, Maumere, para pejalan bisa belajar langsung pembuatan kain Flores bersama ibu-ibu pengrajin setempat. Selain hasil karya kita bisa dibawa pulang, kita juga bisa menginap di desa itu pula lewat homestay yang disediakan.

Atas: Jonathan dari Travacello dengan Shoes 4 Hope-nya. Bawah: Annisa dari Noesa dan Orinila
Atas: Jonathan dari Travacello dengan Shoes 4 Hope-nya. Bawah: Annisa dari Noesa dan Orinila

Ah, mungkin ini yang dimaksud Arsya (@socialjunkee) tentang insightful traveling. Bagaimana mengubah perjalanan menjadi lebih berarti dengan mendalami experience over possession.

“Semua tempat itu unik. Berjalanlah dengan observasi. Ngobrol dengan orang sekitar supaya mendapat pandangan baru tentang tempat yang kita tuju, atau coba saja berbagai hal keseharian seperti yang dilakukan masyarakat sekitar,” tutur Arsya di akhir obrolannya.

Setuju deh, sama Arsya. Lewat insightful traveling, siapa tahu suatu hari kita bisa mencoba apa yang dilakukan Kak Kenny (@KartuPos) waktu pergi ke New York. Dengan minatnya yang besar terhadap dunia perfilman, Kak Kenny sempat-sempatnya mengisi waktu liburan di NY dengan menjadi volunteer di NY Film Festival loh. Nggak tanggung-tanggung, ia terjun penuh di acara yang digelar selama dua minggu berturut-turut itu. Pantesan sampai bisa foto dengan Angelina Jolie segala ya, Kak :)))

Acara ditutup dengan cerita Mbak Windy dari I Was Here yang baru saja pulang dari Ipoh, ibu kota negara bagian Perak, Malaysia. Si anak tengah yang diapit Kuala Lumpur dan Penang ini ternyata tak kalah menarik dari dua saudaranya. Sebagai kota bekas tambang, Ipoh juga dihiasi gedung kolonial berarsitektur khas Melayu-Tiongkok. Juga semarak dengan mural yang menghiasi sudut-sudut kotanya, dan juga kaya dengan hidangan lokal yang otentik.

“Di Ipoh harus mencoba pop piah yang mirip lumpia. Dan hor fun, mie beras mirip kwetiaw,” kata Mbak Windy.

Cerita lengkap perjalanan Mbak Windy dan Tim I Was Here-nya bisa teman sejalan intip di sini.

IMG_20171228_194526-horz
Kiri-kanan: Arsya yang berbagi soal semangat insightful traveling, Kak Kenny yang melengkapinya dengan bukti nyata menjadi volunteer di NY film Festival, dan Mbak Windy yang bercerita soal Ipoh.

Nah, itu tadi resolusi tahun baru para travelmates untuk menyambut 2018. Setelah menguping cerita mereka, bagaimana resolusi kalian? Semoga nggak kalah menarik dan tentunya jangan lupa diwujudkan ya, kawan!

Selamat berjalan, teman sejalan! ps: adakah wajah-wajah travel influencer yang kalian kenal di foto ini?
Selamat berjalan, teman sejalan! ps: adakah wajah-wajah travel influencer yang kalian kenal di foto ini?

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *