Jadi Dalang di Museum Wayang

Berapa banyak dari readers yang main ke Kota Tua Jakarta dan mampir ke museum-museum di sekitarnya? Doubletrackers sih nggak yakin pada mau mampir. Soalnya nih, fenomena yang ada sejak hape berkamera canggih dan DSLR merajalela, wisatawan cuma seneng hunting fotonya aja. Ada yang beneran niat ngambil gambar, ada juga yang selfie. Haha,… ngaku deh. Kalau sudah jauh- jauh ke Kota (kawasan Kota,red), cuma mau selfie mah, atuhlah di rumah we~

Nah, ngomongin soal hal yang bisa kamu lakuin di sekitar kawasan Kota Tua, Doubletrackers pernah bahas tuh soal ontel- mengontel keliling kota tua. Kali ini kita ceritanya melipir aja ke tepi Kota Tua. Apalagi kalau bukan Museum Wayang? Soalnya waktu itu Museum Fatahillahnya lagi tutup buat renovasi. Waah… sayang banget.

IMG_7055
Museum Wayang, Kota

 

Meluncur dari tempat tinggal kami naik Transjakarta, kami turun di Shelter Kota setelah oper sekali diteruskan jalan kaki sedikit masuk kompleks Museum Fatahillah. Museum Wayang sendiri cuma beberapa meter aja dari Museum Fatahillah. Kalau dari pintu masuk kompleks museum, dia ada di kiri.

 

IMG_7014 - Copy (3)
Pose dulu lah biar afdol

 

Masuk kedalam Museum Wayang kita cuma perlu habis sekitar 5000 Rupiah. FYI, gedung museum ini dulunya bangunan gereja di jaman Belanda. Pertama kali dibangun tahun 1604 oleh VOC. Bayangin betapa tuanya! Bangunan yang sekarang kita liat ini udah hasil perombakan berkali-kali. Hingga di tahun 1975, fungsi bangunan berubah jadi museum deh.

IMG_7019
Kuduga ini Wayang Golek dari Jawa Barat. Betul tidak?

 

Bangunan yang bergaya Neo Rainessance berikut menyimpan lebih dari 5000 koleksi wayang! Nggak dari seluruh pelosok Indonesia aja, tapi juga dari luar negeri. Wayang- wayang yang dipajang disini pun didisplay dengan pencahayaan yang elegan sehingga keliatan banget aura magis dari masing-masing wayang.

IMG_7034 (3)
Minjem si adek buat jadi model
IMG_7016 (2)
Wayang terlilit ular. Tokoh apakah ini?

 

Baru ini deh belajar mengenali wayang jadi seru banget. Selain bentuknya yang unik, wayang kita ternyata nggak cuman dari wayang golek dan wayang kulit lo. Juga hadir disini wayang mainan yang merupakan wayang modifikasi.

IMG-20131219-WA0000 - Copy
Keluarga Si Unyil yang legend…wait for it…dary!

 

Apalagi yang menarik dari sederetan wayang yang dipajang disini? Lantainya! Disini dilapisi gambar-gambar detil wayang itu sendiri. Mulai dari detil mata sampai detil gerakan wayang beserta istilah dan artinya. Selain itu kamu juga bisa lihat silsilah keluarga di dunia pewayangan. Gokil abis. Silsilah keluarga sendiri aja kita nggak kepikiran. Apalagi wayang ya, hm…

IMG_7039
Watch your step!

 

Oya, di salah satu halaman museum kita masih bisa melihat makam sosok yang cukup berpengaruh di jaman VOC. Ialah JP Coen yang sempat memerintah Jayakarta di tahun 1619. JP Coen nggak sendirian di halaman itu. Ia bersama 9 orang pejabat Belanda di jaman VOC pernah dimakamkan di taman yang dulunya adalah halaman gereja sebelum museum ini beralih fungsi.

IMG_7027 (2)
Mengenang J.P Coen. Siapa yang inget? *buka buku Sejarah gih*

 

IMG_7023 - Copy (2)
Ik spreek maar een klein beetje Nederlands. Ik versta het niet. *habis baca tulisan di belakang Dimas*

 

Gimana? Seru kan, belajar wayang disini? Banyak banget turis disini. Dari yang (kelihatannya) sesama Asia sampai yang pirang- pirang loh. Masak kita kalah. Yuk ah, main ke museum.

IMG_7035
Rombongan turis Jepang

 

Oya, biar makin lengkap belajar wayangnya, kita bisa beli cinderamata di toko suvenir yang tersedia dan nonton pertunjukan wayang yang biasanya main disini.

IMG_7041
Toko suvenir di dalam museum

 

IMG_7052
Pertunjukan wayang yang sedang berlangsung

You may also like

1 Comment

Leave a Reply to Jalan Sambil Jajan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *